Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Tari Caci  adalah kesenian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari masyarakat  Manggarai  di  Pulau Flores, Nusa Tenggara timur . Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Tari Caci ini juga merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di  Pulau Flores, NTT . Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti saat syukuran musim panen ( hang woja ), ritual tahun baru ( penti ), dan berbagai upacara adat lainnya. Tujuan :  Syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting Kegiatan dan tradisi :  Laki-laki yang berperan sebagai pemukul (disebut paki) berusaha memecut lawan yang berperan sebagai penangkis (disebut ta’ang) yang menangkis pecut lawan dengan perisai Kepercayaan :  Caci penuh dengan simbolisme terhadap kerbau yang
Tarian TEPI DEA TEPI DEA, merupakan Bahasa Manggarai yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia adalah MENAMPI BERAS. Pada Zaman masyarakat belum mengenal teknologi modern, orang Manggarai Zaman itu sering menggunakan DOKU (Nyiru) untuk memisahkan beras dan sekam. Tradisi itu merupakan tradisi turun temurun, sehingga banyak yang mengekspresikannya dalam seni tari. dan ini merupakan warisan kebudayaan Manggarai Timur. Berikut Link youtube video Tarian Tepi Dea *** Traditional Dance from Manggarai Flores https://www.youtube.com/watch?v=M1fKO20rcs4
Gambar
Entahlah ... dia tumbuh sendiri di taman bunga.